SELATAN TORAJA UTARA

“Habis berbatang-batang tuan belum datang ,dalam hati resah menjerit bimbang,apakah esok hari anak-anak ku dapat makan,oh Tuhan beri setetes rejeki”

Potongan lirik lagu sang legenda Iwan Fals ini seakan menggabarkan perasaan si penghibur malam yang sedang menunggu tamunya datang untuk berkunjung ke tempatnya dimana ia meraup rejeki demi menyambung hidup.Yaa…Kiranya Tuhan mengabulkan Do’anya itu,Dan yang beriman hanya bisa berkata “Mungkin ada rencana lain di balik itu semua”.

Tidak begitu susah menemukan tempat ini di Toraja karena lokasinya tepat di pinggir jalan di bagian selatan Toraja utara dan orang-orang biasa mengatakan “male lo’lu selatan,tamale sau’ selatan,sulekan lo’mai selatan”.Sepertinya ini adalah pemandangan bagus ,sudah berapa puluh tahun berlokasi di situ namun tidak ada larangan atau rekomendasi lokasi lain yang layak untuk tempat seperti itu…KAMI tidak tau itu tugas siapa ? Mungkinkah itu dipelihara…?

Duduk bersebelahan dengan meja semampai dibubuhi botol minuman keras,menggemgam michrofone sambil bernyanyi,ditemani wanita sexy yang suka remang-remang,tangan menjalar kemana-mana.“itulah kepuasan” hasil keringat dari susah payah tumpah disini,harganya mahal disini.

suasana THM karaoke di selatan (kafe karaoke)

Tak peduli itu siapa yang datang Dia yang berkeluarga,orang jahat,orang baik,orang bermasalah itu urusan belakang,yang penting Joss… hari ini makan ,kebutuhan esok terpenuhi.

Sedikit mengingatkan lupa sudah berapa kali ditempat ini ditemukan peredaran obat terlarang,rumah tangga berantakan,kriminal.apakah ini masih wajar di pamer di pinggir jalan utama kita sebagai orang Toraja yang bercitera baik di mata mereka.

penguasaku…! kita tau ini adalah satu wujud perjuangan bagi sebagian kita dan mereka,,,kita hargai itu.namun sebagian besar juga melihatnya tidak pantas dan sopan,ada yang mengatakan daerah kita tempat pariwisata “harus ada hiburan” kalau mungkin itu sala satu alasannya sekiranya baik ada tempat lain,khusus,yang lebih layak,Bukan di pinggir jalan itu.

Terucapkan sudahlah ciutan hati kecil si anak yang sudah berstatus broken home karena kepuasan ini ‘di masa lalu’.

Salama’ Sangtorayan

Kategori

article & blog subscribe

Masukkan Alamat email anda

Enable referrer and click cookie to search for pro webber