Pemimpin Dan wakil Rakyat Toraja,Tidak Boleh Orang Miskin ?

Salama’ Sangsiuluran Sangtorayan sola nasang, bunga’ kada ki kua kurre sumanga’ lako Puang Totumampata tu tontong n’anta’ sia Rindin pala’ ki’ lan katuoan ta sae lako totemo anta tontong sitiro padang kalua’ Pa’ Kamasena,

Salam sejahtera bagi kita semua,,,SHYALOM

Dalam keseharian kita di Toraja dari waktu ke waktu sepertinya sudah bukan rahasia lagi dan terpampang jelas di mata kita seolah itu sudah biasa dan munkin memang harus dilakukan,kalau tidak ya sia-sia mencalonkan diri ,
“Hmmmm inde mokomi ta tuna’ i” ,Dalam kesempatan kali ini kita akan membahas sedikit tentang curhatan hati seorang sahabat dalam pemilihan di Toraja, Mulai dari pemilihan Kapala lembang,Legislatif DPR,hingga pemilihan Bupati , Si SP. bergumam “Tak mu dadi apa-apa ke taek sengmu inde Toraya Mane’ “,,,,,,Maksudnya ?

Semuanya katanya harus serba uang,apalagi bulo di a’pa’ ,supaya ada yang mau pilih,miris sebenarnya,orang seakan tidak peduli bahkan yang berwajib sekali pun tidak tau atau tidak mau tau?

Bahkan ada yang menobatkan bahwa di Toraja-lah mahar dan panaik politik paling mahal walaupun praktik ini mungkin sebelumnya bukan hanya terjadi di Tana toraja dan Toraja utara,jadi seakan bisa disimpulkan bahwa siapa yang punya uang itulah yang berpeluang terpilih, dan kwalitas seorang pemimpin yang mampuh pun terabaikan,Dan benar-benar disinilah kita saksikan pendidikan politik praktis secara langsung di bumi lakipadada yang bukan tidak mungkin akan kita tularkan kepada generasi-generasi kita kedepannya di masa yang akan datang dan bisa kita nilai sendiri ,Iinikah kita?

Ada anggapan Bahwa katanya orang yang punya banyak uang adalah orang pintar,Tidak mungkin tidak punya uang kalau bodoh,tapi ini bukanlah sesuatu yang akan menjamin pemerintahan sehat dan berkwalitas yang akan memajukan dan menyejahterahkan.

siapa yang punya uang itu lah peluang

Sejatinya itu bukanlah citra sesungguhnya masyarakat Toraja,namun seiring berjalannya waktu entah siapa dan apa yang mempengaruhi dan mendatangkan sesuatu yang seakan sudah membudaya tersebut di tengah-tengah masyarakat Toraja,Sebagian orang telah menemukan cara-cara praktis yang di anggap ampuh untuk menaklukkan pemilu dan sekiranya menjadi juaranya walaupun cara ini notabene mangkir dari aturan KPU dalam pemilihan umum.

Dalam prakteknya di masyarakat sudah tidak lazim lagi dilakukan pendataan (ma’data) oleh tim pemenangan / Peluncur, dari salah satu kandidat calon tertentu yang sebelumnya telah di iming-iming sesuatu apakah itu berupa uang ataukah barang sebagai imbalan jasa untuk memilihnya di pemilihan nantinya,materi berupa uang biasanya beragam mulai dari lima puluh ribu,seratus,hingga ada yang sampai empat ratusan ribu rupiah per kepala,wowwww bagai mana sobat siapa yang tidak tergiur dengan nominal tersebut, bayangkan saja jika dalam satu KK ada 10 orang di kalikan misalnya tiga ratus ribu artinya keluarga tersebut berhak menerima uang senilai Rp.3000,000,00.josssss…. istilahnya uang kaget, anjing mana yang tidak mau bilah diberi tulang lezat.Kadang juga ditemui orang yang menerimah saja beberapa tawaran dari beberapa calon kandidat padahal hak suaranya hanya satu inilah yang biasa di istilahkan Koteng Jawa,entah apa definisi jelas dari istilah tersebut namun intinya maksudnya adalah mengambil bayaran dari calon tertentu tapi dia memilih kandidat lain,wah jadi ramai ceritanya dan bukan tidak mungkin orang satu rumah pun bisa bertengkar karena persoalan beda pilihan tersebut.

Tak kala menarik yang sudah menjadi bahan konsumsi dan tontonan publik masyarakat di toraja karena perkembangan Zaman di sebuah server media sosial seperti FACEBOOK,He he he inilah salah satu kemajuan di Toraja sebagian besar sudah mengenal media sosial ini,artinya orang Toraja sudah tidak gaptek-gaptek amat lohhh,,, “IYYO RAKA”…………”Iyyo Tttoh, di beberapa grup ber genre politik secara blak-blakan jumlah nominal yang sudah di siapkan oleh para kandidat calon untuk bertempur di balantika politik Toraja yang tidak main-main jumlahnya yang hanya akan membuat melongo bila dihayalkan,kebanyakan yang di sebutkan adalah uang dari perantau seperti Papua,Jakarta Dan Lain-lain.

komentar dan postingan blak-blakan di media sosial

Namun di suatu sisi teman-teman jika kita melakukan praktek tersebut secara tidak langsung kita telah memperjual belikan harga diri kita dan hak asasi kita dalam hal dipilih dan memilih yang dilindungi sepenuhnya oleh Negara,walaupun di benahk kita kadang kita tahu bahwa ada seseorang maju di pencalonan yang layak dan tidak layak untuk jadi pemimpin dan mewakili rakyat untuk menyampaikan aspirasi serta keluh-kesah masyarakat tapi semuah itu di abaikan itu demi uang , dan bukan berarti tidak sadar bahwa pilihan kita itulah yang akan menentukan nasib daerah kita kedepan selama satu periode dan seolah menutup mata dari hasil (produk) yang dibawah oleh pemilihan-pemilihan sebelumnya,Apa yang terjadi…?

Mari kita renungkan,nilai sendiri dan memberi jawaban sendiri tentang hal ini.

Dimana semangat Juang Topadatindo,Semangat pemberani dari Puang Lakipadada dan Pongtiku yang berjuang mati-matian untuk mempertahan kan Tana Matari’ Allo,Lili’na lepongan bulan Tana di Matari’ Allo Sangtorayan yang sekiranya melekat di diri kita sebagai generasi penerus dari perjuangan tersebut sebagai Orang Toraja.Mari kita Buka Mata kita,Siapa lagi yang akan memajukan daerah kita kalau bukan kita sendiri.

Dari cerita di atas mari kita ambil sendiri maknanya sembari merenungkan apa yang sekiranya bisa di petik dan mana yang harus di buang,ini bukanlah akhir dari segalanya untuk kembali memperbaikai citra kita sebagai masyarakat Toraja yang memiliki semangat Tarung yang tinggi,serta cita-cita yang luhur untuk memajukan daerah kita Toraja,semakin kesini baik itu sebagai Panutan di masyarakat,juga generasi milenial sekiranya sudah memiliki pikiran-pikiran yang sudah maju pula dan bukan tidak mungkin kalianlah penerus cita-cita pendahulu kita,mari kita menapaki kondisi ini dan semakin bijaksana dalam menentukan pilihan kita,

Juga sebagai kandidat atau calon dalam pemilihan di Toraja hendaknyalah perlihatkan sikap Positif berjuang secarah sehat dengan visi dan misi yang bisa membangun di masyarakat serta berkomitmen untuk menunaikannya di masa yang akan datan jika Tuhan menghendaki,Singsingkan lengan baju,rapatkan tangan untuk Berdoa Hanya kepada-NYA,Percayalah bahwa Tuhan Tidak Tidur melihat segalanya.

PATAHKAN SEMUA ANGGAPAN Bahwa yang bisa jadi wakil rakyat dan pemimpin Itu hanya yang bermodal,orang miskin tidak, sudah terlalu jau kita saksikan ada yang Berjiwa pemimpin tapi tidak ada uang,sehingga merekalah yang ber uang jadinya dan Tunai sudahlah pemerintahan yang amburadul karena politik uang

Sekali lagi saudara-saudara Sangtorayan ini bukanlah sebuah statement untuk memprofokasi namun sebuah pengalaman kelam yang harus kita perbaiki kedepannya khususnya para generasi milenial Toraja untuk menuju Bumi Sangtorayan yang maju dan sejahtera.

Salama’ Sangtorayan untuk semagat juang putra-putri padatindo Toraya.

 

1 Comment
Inline Feedbacks
View all comments
trackback

[…] -Pemimpin Dan wakil Rakyat Toraja,Tidak Boleh Orang Miskin ? […]

Kategori

Enable referrer and click cookie to search for pro webber