Makna Katongkonan & arti sahabat (angga’na kasiuluran)

Inilah wajah persaudaraan yang sesungguhnya,tak ada batasan sedara pun memberi makna yang sangat luar biasa bagi setiap kegiatan yang yang dilaksanakan di Toraja dengan dasar-dasar didikan aluk.

Di Toraja ada sebuah istilah yang begitu lekat dengan acara kedukaan atau rambu solo’ yaitu Tongkon dari penelusuran sendiri belum ada diketahui apa arti kata ini dalam bahasa indonesia yang baku atau di dalam kamus besar bahasa indonesia (KBBI) namun dapat di definisikan sebagai datang bersama-sama dengan orang yang berduka (Keluarga mendiang) untuk ikut merasakan suasana sedih bahkan memberi semangat agar kiranya keluarga yang ditinggalkan tidak berlarut-larut dalam kedukaan serta dengan rela melepaskan kepergian keluarga yang telah meninggal itu,hal ini di tandai dengan orang-orang yang datang Tongkon biasanya menggunakan pakaian yang tidak berwarna terang,cerah dan mencolok kebanyakan di dominasi oleh warna hitam.

Mereka datang dengan penuh kerelaan walaupun tampa ada hubungan keluarga/sedarah,yang berada di daerah sekitar lokasi duka biasanya ikut membantu segala kelengkapan juga ikut melayani tamu lain yang datang, yang dari kejauhan biasa memberi bingkisan sepeti gula,beras ataukah berupa uang dalam amplop dengan nominal tertentu,perilaku ini tidak lain adalah untuk meringankan beban keluarga yang lagi berduka.

Inilah filosophy kekeluargaan yang sangat luar biasa dan mungkin jarang akan ditemui di daerah lain,inilah prinsip saling meringankan yang telah di wariskan para leluhur masyarakat Toraja sejak dulu kala yang masih dipraktekkan hingga sekarang dan tak akan lepas dari semua lini kehidupan masyarakat Toraja dimana pun mereka berada baik itu diperantaun sekalipun.

Di daerah daerah lain jika ada yang pergi merantau keluar daerah akan saling mencari,membuat sebuah organisasi,kerukunan dan sebagainya jika ada yang mengalami kedukaan atau sebuah acara mereka akan beramai-ramai untuk saling meringankan beban satu sama lainnya.

Kebersamaan dalam katongkonan rambusolo’ Toraja

Itulah sebuah prinsip kekeluargaan masyarakat Toraja yang kiranya telah melekat di pribadi masing-masing yang jika membandingkan ini lebih dari sekedar keluarga, inilah makna sahabat sesungguhnya dan ini di akui oleh
orang-orang di luar sana sebagai sesuatu yang beda dan istimewah di kalangan Santorayan.

Sobat sekalian Tuhan telah menciptakan semuanya sedemikian rupa dan dengan fungsi masing-masing yang luar biasa adanya,mungkin ini adalah takdir dan kita mendapat yang istimewah,marilah kita sama-sama menjaga dan melestarikan itu semua baik kepada sesama masyarakat Toraja maupun kepada orang luar siapa pun itu karena itulah citra kita.

Salama Sangtorayan

Kategori

Enable referrer and click cookie to search for pro webber