Hak Suara Kita Dibeli,Masihkah Mengharap Pembangunan?

Pemilu telah terlalui,Pemimpin yang akan mewakili kita secara politik telah dipilih,Ada uang ada suara.

Entah apa yang mendasari sebagian dari kita sangat berambisi untuk jadi seorang pemimpin dan wakil rakyat,Mungkinkah ini ladang bagi mereka?

Berbagai cara dilakukan untuk mencapai itu,walaupun dengan cara yang tidak semestinya,Sadar atau tidak sadar kita telah terlena dengan semua itu dan mengabaikan hak suara hati nurani kita karena itu tidaklah penting,yang paling penting adalah uangnya.Urusan Lima tahun keedepan terserah “Anda”.

Ada yang tidak peduli,tidak tertarik bahkan benci dengan Politik,itu wajar saja mengingat hal-hal kotor dan semua kepentingan ambisi dibalik semua itu.Namun Disini kita harus paham dan teredukasi setidaknya tahu bahwa hampir semua yang kita alami,rasakan,dan laksanakan dalam keseharian itu semuah adalah KEPUTUSAN POLITIK,

UMR,harga bensin,perbaikan jalan,pasar,tarif angkot,listrik,pajak dan lain sebagainya semaua itu adalah hasil dan keputusan secara politik oleh wakil rakyat dan para pemimpin lainnya berupa aturan undang-undang atau PERDA yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Kadang juga ada yang teriak-teriak untuk pembangunan infrastruktur dan sebagainya namun apakah kita sadar atau pura-pura tidak sadar bahwa sebelumnya hak suara kita telah dibayar dengan sejumlah uang untuk kebutuhan sehari,

Para Caleg menggelontorkan uang yang tidak sedikit nominalnya untuk serangan fajar jadi yahh mungkin masuk akal juga merancang dan mengabaikan semua sedemikian rupa untuk kembali modal dan mungkin bahasa kekiniannya adalah Korupsi.

Mereka korupsi untuk mengembalikan uang mereka yang sudah kita terima,Kita yang menerima itu secara tidak langsung sudah mengajak mereka korupsi,,,Begitu bukan?

Entah kapan dan sampai kapan budaya ini akan kita bawa namun semua ini harus kita sadari pengaruh dan keberadaanya,inilah yang harus kita renungkan apakah ini adalah budaya baik yang harus kita teruskan ataukah kita sudahi.

Salama’ Sangtorayan

Subscribe
Notify of
guest
1 Comment
Inline Feedbacks
View all comments
trackback

[…] itu ternyata bukan sebuah patokan bahwa kita akan segerah terbebas dari pandemi ini, Baca juga : -Hak Suara Kita… Read more »

Kategori

Enable referrer and click cookie to search for pro webber