Anak Toraja Harus Tetap Sekolah,Bagaimanapun itu,Tanggung Jawab Besar Menantimu.

Kitalah petarung sejati,harus meng-adakan yang belum dan tidak ada ketika datang waktunya bayar utang tiba walaupun dahulu ini adalah filosophy kebersamaan untuk saling meringankan dalam suasana kekeluargaan.

Kita sudah menemukan keyakinan baru dalam keimanan kita,yang sebenarnya tidaklah mengharuskan itu semuah(Mantunu),Tapi mengapa harus dilakukan…?

Pertanyaannya kita ini ada di mana sebenarnya? Meninggalkan ataukah masih menganut?

Sekarang Tidak bisa dipungkiri bahwa semua itu murni hitung-hitungan yang sarat dengan gengsi nan angkuh walaupun tidak semuanya berlaku seperti itu.ini telah mejadi budaya baru yang kadang mengambil hitungan keliru,menyepelehkan bahkan mengabaikan hal yang akan berdampak lebih penting di masa akan datang.Ada yang membiarkan anaknya jadi penyabung ayam,penggebala kerbau,pengadu kerbau,sekolah pun tak berlanjut.

Potret kehidupan anak Toraja dengan didikannya

kenapa kita tidak berjuang dan bertarung demi pendidikan anak dan generasi-generasi kita? kelak dia akan menggantikan menjadi tulang punggung keluarga.

Suatu kebanggaan tersendiri dari ke sekian anak Toraja yang menempuh pendidikan dengan kesederhanaan,biaya seadanya dan kadang harus menyakitkan,kini telah kembali dengan wajah berbeda bersama kegigihannya kini dialah buah sukses.

Mungkin sekilas tidak ada yang salah dengan semua ini,karena semua bertujuan untuk menafkai dan menyambung hidup,namun inilah jaman sekarang dimana kita bernaung kiranya ada yang harus kita benahi untuk menjadi lebih baik walau bagaimanapun keadaannya akan lebih baik jika generasi kedepannya mengemban pendidikan lebih lanjut dan bukan tidak mungkin merekalah yang akan kembali menghidupkan segalanya baik itu kebutuhan keseharian bahkan dalam peradatan dan budaya kita Di Toraja,Demi Masa Depan Lebih Cerah.

Salama’ Sangtorayan

Kategori

article & blog subscribe

Masukkan Alamat email anda

Enable referrer and click cookie to search for pro webber