Aluk Sanda Pitunna: Konsep Religi Kuno Orang Toraja

Dalam mitologi orang Toraja tentang riwayat kejadian alam hingga proses penciptaan manusia atau Ossoran Tipamulanna Lino, orang Toraja yang dalam sistem kepercayaan Aluk Todolo percaya bahwa asal muasal manusia Toraja adalah diturunkan dari langit oleh Puang Matua.

Adapun Tomanurun atau manusia yang turun dari langit ini dianggap telah dibekali dengan aturan keagamaan saat diturunkan ke bumi yang bagi orang Toraja disebut disebut sebagai aluk yang berarti wahyu atau aturan. Aluk inilah yang kemudian menjadi landasan pelaksanaan berbagai ritus dalam Aluk Todolo.

Salah satu diantaranya dan sekaligus menjadi sumber landasan pertama Toraja yang pada saat itu disebut sebagai Tondok Lepongan Bulan Tana Matari’ Allo, ialah Aluk Sanda Pitunna.

Disebut sebagai Aluk Sanda Pitunna karena berlandaskan pada tujuh prinsip, yang terdiri dari tiga prinsip Aluk (Aluk Tallu Oto’na) dan empat prinsip Adat (Ada’ A’pa’ Oto’na).

Aluk Sanda Pitunna ini juga disebut sebagai Aluk Pitung Sa’bu Pitu Ratu’ Pitung Pulo Pitu atau 7777 karena Aluk sebagai kesatuan adat, agama dan aturan bagi orang Toraja pada saat itu tak terhitung banyaknya.

Penyebutan ini juga dikarenakan jumlah satuan paling besar bagi orang Toraja ialah sangsa’bu atau seribu yang menjadi pengertian dari limit atau tak terbatas, sehingga prinsip dasar yang berjumlah tujuh ini lalu disebut aluk 7777.

Bahwasanya jumlah aturan hukum serta larangan-larangan yang didasari oleh falsafah Aluk Tallu Oto’na dan Ada’ A’pa’ Oto’na ini tidak terbilang banyaknya.
Aluk Sanda Pitunna (Aluk 7777) adalah dasar susunan ajaran kepercayaan duniawi di Tondok Lepongan Bulan Tana Matari’ Allo, yang diperkirakan penyebarannya dimulai dari Banua Puan oleh Puang Tangdilino’ yang dibantu oleh Pong Sulo Ara’ dari Sesean.


Subscribe
Notify of
guest
1 Comment
Inline Feedbacks
View all comments
Bakka' Padatindo

gggg

Kategori