AKANKAH INI MENJADI BABAK BARU MASALAH SAMPAH MASYARAKAT TORAJA UTARA ?

Sampai saat ini sepertinya kita tidak akan memandang lagi masalah sampah ini sebagai permasalahan sederhana,ini telah menjadi problem berantai sejak pemerintahan sebelumnya (periode FBS-FBR/2011-2016) di Toraja Utara,

Sempat ada solusi alternatif namun entah apa kendalanya sampai saat ini seakan tidak ada kejelasan,pembuangan sampah tidak jelas,sampah bertebaran di tengah kota,

Sampai-sampai kantor Bupati pun sempat menjadi alternatif menjadi tempat pembuangan sampah yang di gali di lokasi panga’.

Perlu kita kilas balik tentang dampak dari tidak adanya tempat penampungan Akhir sampah ini selain membuat kota menjadi urak-urakan dengan pemandangan yang tidak sedap dipandang mata sampah ini juga akan menjadi sumber timbulnya berbagai macam penyakit dalam lingkungan masyarakat.

Dana yang tidak sedikit telah dihabiskan untuk proyek TPA Di Karua,Balusu sejak beberapa tahun lalu mulai dari kajian AMDAL megenai dampak lingkungan untuk lokasi tersebut,serta infrastruktur pendukung dalam pengelolaannya yang hingga saat ini tidak ada kepastian kapan bisa digunkan,

Konon katanya belum bisa difungsikan karena infrastruktur pendukung lainnya seperti drainase atas permintaan warga belum maksimal dan akses jalan belum bisa digunakan yang kini dalam inspeksi BPK (karebatoraja.com).

Kondisi ini bisa saja membawa kita ke pikiran ada ketidak maksimalan dalam pembangunan TPA ini,ataukah dikerjakan oleh pihak yang sebenarnya tidak mampuh ataukah kompeten dan bisa saja ada permainan belakang meningat segala kepentingan dan komitmen.YAHH Itu “MEREKA” yang tahu.

Dari laman tender/lelang online Toraja Utara sendiri (LPSE Kabupaten Toraja Utara) Telah dirilis Paket pekerjaan “Peningkatan jalan sarambu -TPA Sampah lembang karua kecamatan Balusu” Dengan nilai sekian …M,yang kemudian di lakukan tender ulang per tanggal 30 April 2019.

sumber : LPSE Kab.Toraja Utara (2019) Link :
http://www.lpse-torajautara.go.id/eproc4

Yang menjadi pertanyaannya Paket tender ini dilakukan pengulangan karena tidak ada perushaan yang memenuhi ataukah si Jago yang di arahkan tidak memenuhi syarat ? Namun itu adalah wenang dari panitianya dan kembali apakah dia sudah benar ataukah mungkin menyalagunakan kewenangannya.

Hal ini mengingatkan tentang aturan Undang-undang Nomor 5 tahun 1999 tentang larangan praktek monopoli dan persaingan usaha tidak sehat.

Seperti kita ketahui akhir-akhir ini ada beberapa pekerjaan infrastruktur di Toraja yang gagal (Rusak) sebelum dipergunakan secara total,ini tentu saja karena ketidakmaksimalan dalam prosedur pelaksanaannya,entah itu dari perencanaan,pengawasan,bahkan bisa jadi dari pihak pelaksana yang tidak bertanggung jawab dan menyalahi spesifikasi serta metode yang telah ditetapkan.

Tentunya kita tidak ingin semua itu terjadi lagi,dalam hal ini kita mengulik sedikit tentang proses pembuatan TPA Karua,Mari kita awasi bersama untuk kebaikan bersama.juga bagi pihak panitia pengadaan pekerjaan yang bersangkutan agar kiranya jeli melihat siapa yang mampuh dan berkompeten dalam hal ini serta mempergunakan wewenangnya sebagaimana mestinya,karena sejauh ini yang kita lihat masyarakat semakin resah mengenai permasalahan sampah ini mengingat dampak dari semua itu di lingkungan bermasyarakat.

Salama’ Sangtorayan

Kategori

article & blog subscribe

Masukkan Alamat email anda

Enable referrer and click cookie to search for pro webber