7 Tugas mulia Anak Toraja sebelum pergi merantau

Sebagai harapan,keluarga,daerah dan bangsa ini kadang harus berani berkorban dan melalui perjuangan yang tidak mudah untuk mencapai segalanya,inilah pilihan,karena hidup adalah pilihan.walaupun kita tak seberuntung mereka, inila hidup dengan segala seni dan warna-warninya,kita diciptakan dengan nasib yang berbeda-beda dan dari latar watak yang berbeda pula,semua telah dipersiapkan oleh Sang Maha Kuasa Pencipta Alam semesta sedemikian rupa untuk saling melengkapi untuk membuatnya indah.

Terlahir di daerah yang di dominasi oleh perkampungan dan kesederhanaan,Itulah Pemuda Toraja pada umumnya,kota yang adalah alternatif tempat mengemban pendidikan lebih lanjut merupakan impian terpendam setiapnya,Dari sinilah tempaan semagat juang dan petarung para pemuda Toraja yang kiranya sudah menjadi warisan dari nenek moyang untuk bekal di masa depan.

Inilah awal  perjuangan,Dengan rasa bangga dan bersyukur terlahir bersama kesederhanaan ini Sehingga bisa mengalami dan merasakan semua prosesnya,Membantu Orangtua adalah sebuah Tugas mulia dalam hal ini meringankan beban keluarga untuk menafkai serta tambahan biaya untuk melanjutkan hidup Dan Inilah potret kehidupan pemuda Sangtorayan sebelum beranjak ke perkotaan entah itu menimba ilmu ataukah perantauan untuk mencari nafkah,Tugas Mulia itu:

PARIU-Pariu berasal dari kata Riu yang artinya adalah rumput,dalam hal ini adalah kegiatan membajak(Menggarap) sawah secara manual,ini adalah suatu hal yang wajib dilakukan bagi yang punya lahan garapan,mengingat di daerah Toraja sendiri banyak pesawahan untuk di garap agar bisa menghasilkan dari panen untuk di konsumsi ataukah sebagian dijual untuk menambah biaya keseharian juga membiayai sekolah.

MANGLA’A-Mangla’a adalah kegiatan menggembalakan ternak dan yang paling dominan adalah kerbau,dimana kerbau adalah hewan paling populer di Toraja karena nilainya dalam pengurbanan di acara rambu solo’,sebagai alat tukar pegadaian sawah,dan sewaktu waktu bisa dijual kembali untuk membiayai hal tertentu,misalnya sekolah dan lain-lain.

MA’PAKANDE BAI-Ma’ Pakande bai atau beternak babi adalah salah satu alternatif untuk menambah penghasilan,selain kerbau babi juga adalah salah satu hewan kurban yang sering di pakai di setiap kegiatan di Toraja,karena umur peliharanya tidaklah terlalu lama seperti kerbau maka perdagangan ternak ini termasuk cepat dan sewaktu waktu bisa dijual untuk kegiatan tertentu.

MA’ KANGKAN-Ma’Kanagkan adalah kegiatan panen,pada saat musimnya telah tiba,walaupun,tidak memiliki sawah untuk di garap,kita bisa ikut beramai-ramai memanen(Massasa’ pare),Dan akan diberi sebagian upah dari jeri payah tersebut,biasanya di utamakan dan di istimewakan bagi yang dulunya ikut menanam untuk sawah itu,karena suasana beramai itulah rasa kebersamaan dan saling membantu pun muncul.

MA’ NASU-Ma’ nasu atau memasak,adalah hal yang wajib dilakukan saat orang tua tengah bekerja,atau mencari nafkah bagi keluarga,walaupun seharusnya atau kebanyakan ini dilakukan oleh wanita,tapi bukan tidak mungkin bagi laki-laki untuk melakukan hal tersebut.

MEBALE-Mebale(mecari ikan) di sawah atau di sungai biasanya di lakukan saat setelah semua tugas di rumah telah selesai ini adalah kegiatan untuk mencari menu tambahan/lauk-pauk di rumah dan di makan bersama sekeluaraga.

MANTARANAK-Supaya orng tua dengan leluasa bisa mencari nafkah atau bekerja untuk keluarga,Maka si sulung atau anak paling tua biasanya ditugaskan untuk menjaga saudara-saudara,ini tidak terlepas dari harapan supaya kegiatan orng tua lebih maksimal juga untuk menghemat biaya untuk baby sitter,ini semua agar bisa melanjutkan kehidupan,juga pembiayaan untuk sekolah.

Itulah 7 Diantara beberapa potret kegiatan pemuda(Anak) Toraja di masa lalu versi padatindo yang sekiranya bisa menginspirasi kita yang hidup di jaman serba dipermudah ini,tidak melakukan hal seperti dulu lagi,untuk lebih giat dan semangat untuk menapaki masa depan yang cerah,Tidak bisa dipungkiri bahwa semangat inilah yang membawa Putra-putri Toraja berjaya apakah di dalam daerah ataupun di Perantauan.

Salama’ Sangtorayan

 

PARIU-Pariu berasal dari kata Riu yang artinya adalah rumput,dalam hal ini adalah kegiatan membajak(Menggarap) sawah secara manual,ini adalah suatu hal yang wajib dilakukan bagi yang punya lahan garapan,mengingat di daerah Toraja sendiri banyak pesawahan untuk di garap agar bisa menghasilkan dari panen untuk di konsumsi ataukah sebagian dijual untuk menambah biaya keseharian juga membiayai sekolah.

MANGLA’A-Mangla’a adalah kegiatan menggembalakan ternak dan yang paling dominan adalah kerbau,dimana kerbau adalah hewan paling populer di Toraja karena nilainya dalam pengurbanan di acara rambu solo’,sebagai alat tukar pegadaian sawah,dan sewaktu waktu bisa dijual kembali untuk membiayai hal tertentu,misalnya sekolah dan lain-lain.

MA’PAKANDE BAI-Ma’ Pakande bai atau beternak babi adalah salah satu alternatif untuk menambah penghasilan,selain kerbau babi juga adalah salah satu hewan kurban yang sering di pakai di setiap kegiatan di Toraja,karena umur peliharanya tidaklah terlalu lama seperti kerbau maka perdagangan ternak ini termasuk cepat dan sewaktu waktu bisa dijual untuk kegiatan tertentu.

MA’ KANGKAN-Ma’Kanagkan adalah kegiatan panen,pada saat musimnya telah tiba,walaupun,tidak memiliki sawah untuk di garap,kita bisa ikut beramai-ramai memanen(Massasa’ pare),Dan akan diberi sebagian upah dari jeri payah tersebut,biasanya di utamakan dan di istimewakan bagi yang dulunya ikut menanam untuk sawah itu,karena suasana beramai itulah rasa kebersamaan dan saling membantu pun muncul.

MA’ NASU-Ma’ nasu atau memasak,adalah hal yang wajib dilakukan saat orang tua tengah bekerja,atau mencari nafkah bagi keluarga,walaupun seharusnya atau kebanyakan ini dilakukan oleh wanita,tapi bukan tidak mungkin bagi laki-laki untuk melakukan hal tersebut.

MEBALE-Mebale(mecari ikan) di sawah atau di sungai biasanya di lakukan saat setelah semua tugas di rumah telah selesai ini adalah kegiatan untuk mencari menu tambahan/lauk-pauk di rumah dan di makan bersama sekeluaraga.

MANTARANAK-Supaya orng tua dengan leluasa bisa mencari nafkah atau bekerja untuk keluarga,Maka si sulung atau anak paling tua biasanya ditugaskan untuk menjaga saudara-saudara,ini tidak terlepas dari harapan supaya kegiatan orng tua lebih maksimal juga untuk menghemat biaya untuk baby sitter,ini semua agar bisa melanjutkan kehidupan,juga pembiayaan untuk sekolah.

Itulah 7 Diantara beberapa potret kegiatan pemuda(Anak) Toraja di masa lalu versi padatindo yang sekiranya bisa menginspirasi kita yang hidup di jaman serba dipermudah ini,tidak melakukan hal seperti dulu lagi,untuk lebih giat dan semangat untuk menapaki masa depan yang cerah,Tidak bisa dipungkiri bahwa semangat inilah yang membawa Putra-putri Toraja berjaya apakah di dalam daerah ataupun di Perantauan.

Salama’ Sangtorayan

 

Kategori

Enable referrer and click cookie to search for pro webber