7 Sosok Menakutkan Yang Kian Melegenda di Kalangan Sangtorayan

Mitos atau fakta! Hanya Dia yang pernah melihat atau mengalami yang tau
dan bisa memberi penjelasan detail tentang ini,walaupun cuma dari mulut-
ke mulut namun cerita ini sangat meng-imajinasi untuk menjadi momok yang amat menakutkan apalagi yang tinggal di pedesaan dengan suasana sepih,di iringi bunyi mesin sensor kayu dan lilling ara’ Maka lengkap sudah
suasana dengan backgroud musik Horor paling original sedunia ini !

Ini adalah cerita dari si Dia yang konon katanya ada dari mereka yang menyaksikan dan mengalami langsung ada juga dari cerita teman,orang tua dan kerabat mereka kiranya meyakini bahwa ini benar-benar nyata adanya.

Walaupun tidak terekspose dan se-tenar hantu-hantu yang biasa kita lihat di film-film layar lebar seperti Genderuwo,pocong,suster ngesot dan lainnya,namun sekiranya andaikan ada kontes para hantu pasti model hantu di Toraja tidak akan kalah bersaing untuk ikut meramaikan balantika per-hantuan Nusantara,,,hmmm,,,hmmm

Ada beberapa Hantu yang mejadi sosok paling menakutkan Dan sering diperbincangkan oleh masyarakat Toraja pada umumnya 7 (Tujuh) di antaranya yaitu :

BATITONG – Ini adalah sosok yang sebenarnya awalnya adalah manusia biasa yang konon katanya berubah wujud karena gagal melaksanakan ritual guna-guna saat mattareka'(Sejenis ilmu hitam) yang diperalat oleh roh penasaran wanita yang meninggal saat bersalin,orang yang jadi mahkluk seperti ini sering dijumpai di tempat ber air (Sungai/got),mata merah,gigi kuning ,ada cahaya seperti api menyala di atas jidad serta tangan ,mereka biasanya memangsa ibu yang lagi hamil atau dalam persalinan,juga hewan seperti kerbau,dari sinilah muncul istilah “Torroko-torroko na kande ko batitong yang artinya awas ketinggalan nanti di mangsa Batitong, meski begitu masyarakat toraja punya trik ampuh sendiri untuk menangkalnya yaitu dipukul dengan kayu pallan (Batang jarak) dan jika berhasil akan dilakukan ritual khusus.


PO’POK – Berasal dari sosok roh jahat yang juga memperdaya manusia untuk mendapatkan keinginannya,ini adalah akibat dari salah menggunakan guna-guna proses ini pun berlanjut seperti penyakit dan sangat rentan menular kepada keturunannya,sosok ini diketahui keluar pada malam hari pada saat itu juga dia meninggalkan isi perutnya di suatu tempat sekitar rumahnya jika ada orang yang mau saja menjahatinya mereka tinggal membubuhi isi perut itu dengan garam,cabe,dan lain-lain hingga ia bisa-bisa mati,ciri dari mahkluk ini ialah bersayap sehingga kadang terbang dan diketahui saat hinggap di atas pohon atau di bubugan rumah dengan suara (pok-pok-pok) ada juga yang mengtakan bahwa kadang merasuk kedalam hewan seperti babi atau burung,Po’pok biasa memangsa hati manusia (saat terlentang) untuk disantap,juga orang yang sudah sangat sekarat mendekati kematian,mengisap dara manusia dan hewan,miriplah dengan drakula yahh,sisi baiknya adalah mereka diyakini adalah perantara antara bombo dan nenek todolo menuju puya (dunia selanjutnya saat meniggal) jika ada yang tidak diterima dialah yang akan mencarikan jalan keluarnya.Wah sepertinya sosok hantu ini tidak akan kalah bersaing dengan hantu yang populer di luar sana,dan bukan tidak mungkin dinobatkan dengan nama gaul “Malaikat Pencabut Nyawa” hantu jenis ini dapat dihindari dengan beberapa cara yaitu:

  • Dipukul sekali saja,kalau lebih maka yang bahaya adalah sipemukul.
  • Membawa daun sualang.
  • Melempari dengan buah pinang supaya ia jadi manusia kembali.
  • Menabur garam di sekitaran rumah dan dibawah kolong.
  • Menggantungkan ongkan(Sapu dari batang pare kutu’/rangkapan).


POTTIANA’ – Adalah titisan roh penasaran dari seorang wanita yang meninggal saat bersalin atau saat masih gadis,muncul saat kapan dan dimanapun di sekitar tempat ia menghembuskan nafas terakhir dalam sesosok wanita cantik namun enggan memperlihatkan bagian belakangnya yang seakan ditutupi oleh rambut panjangnya terurai,dalam memangsa ia sangat ganas tapi lebih memburu laki-laki karena menganggap dialah penyebab kematiannya namun aksinya ini dapat dicegah dengan berlindung di belakang wanita lainnya,menggunakan sapu lidi,mbawa telur ke tempat ia biasa terlihat,menancapkan jarum ke sosok wanita yg bersalin.


SILAKKU’ – Silakku’ adalah jelmaan roh dari sosok bayi yang merasuk kedalam rupa binatang seperti burung-burung yang mengeluarkan bunyi kas,kadang juga kedalam binatang sebesar anjing,babi,kuda dan lain sebagainya,ia berjalan di atas tanah tapi kedengaran seperti di angkasa,ia biasannya membawa berita kematian untuk seseorang yang sudah sekarat,atau berita kematian bayi .


AMPU PADANG – Adalah mahkluk serupa Roh-roh penguasa suatu tempat-atau wilayah tertentu,Dalam aksinya roh ini bisa menjadi jahat bisa pula menjadi baik dia bisa menjadi dukun yang ampuh untuk memberi obat dan kesembuhan bagi siapa saja,dari sisi tidak baiknya dia bisa menyembunyikan jiwa dan raga manusia (menyandera),tidak terlepas dari perilaku baik dan buruk terhadap mereka juga,makanya di Toraja jika ingin membangun atau melaksanakan kegiatan tertentu di suatu tempat yang baru harus di adakan ritual khusus sebagai wujud penghargaan atau perilaku permisi terhadap si Roh penguasa di wilayah tersebut.


SAMPURARI – Adalah roh jahat yang menjelma dalam wujud seperti binatang mahkluk ini konon katanya digunakan untuk pelindung desa dari penyerangan dengan cara membuat bunyi-bunyian bak tentara dalam jumlah yang sangat besar mahkluk ini dikenal sebagai sosok yang suka memangsa/ memakan orang,mencuri tanaman,


BOMBO – Adalah roh dari seseorang yang sudah meninggal dan juga roh dari seseorang yang akan meninggal,untuk roh orang yang sudah meninggal biasanya menyanyikan/mengeluarkan bunyian pilu ketika merasa ada yang belum memuaskan menurutnya,bisa saja menjadi ganas dan juga baik tergantung dari upacara pelepasannnya apakah terpenuhi atau tidak tertunaikan namun pada dasarnya tidak semua orang bisa melihat penampakan tersebut melainkan hanya kepada orang-orang tertentu untuk mengobati orang biasanya akan membasuh wajahnya dengan air dari kubangan atau jejak kaki kerbau juga dengan membawa ranting bambu(takkio’) atau bulir sapu lidi.

Itulah Tujuh di antara sekian banyak hantu yang ada di Toraja,meski begitu dari penelusuran berlanjut di masyarakat jika di hitung-hitung jenis hantu yang ada itu sekitar 20-an dan di atas adalah yang paling populer dan sering diperbincangkan.

Meski begitu adanya entah itu Fakta atau Fiksi Kita sebagai generasi yang hidup dijaman sekarang yang Percaya Kepada Tuhan hendaknyalah kita menyearahkan semua hanya kepada-Nya dan kiranya melindungi kita dari hal-hal buruk apa pu itu,Bagi teman teman yang ada di Luar jangan sungkan-sungkan untuk datang atau berwisata ke Toraja dengan memperlihatkan Itikat baik dan saling menghormati,karena secara logis saja apa pun dan siapa pun yang merasa terusik keberadaannya pasti akan memberi reaksi untuk mempertahankan keberadaan mereka.

Terlepas dari semua itu mengenai isu-isu belakangan,sebelum ada wacana WISATA HALAL kami masyarakat Toraja adalah masyarakat paling Toleran dan menghargai perbedaan.

Salama’ Sangtorayan

Kategori

Enable referrer and click cookie to search for pro webber