7 Perabot keseharian Toraja jaman dulu yang sudah jarang dan hampir punah

Semuah sudah serba modern,semua peralatan pun hampir semuah sudah di modern-kan termasuk perabotan entah itu perabot dapur,ruangan,kamar dan sebagainya dari segi fungsi pun ada yang sudah di permantap seperti cobekan atau tempat menumbuk lombok dan lain-lain kadang orang sudah menggunakan blender selain tidak repot hasil ulakannya juga lebih halus seperti juice.

tapi tidak bisa dipungkiri bahwa semua itu di ambil dari fungsi terdahulu yang dengan luar biasa di ciptakan dan ditemukan nenek moyang kita entah berapa tahun silam.

Di Toraja ada beberapa peralatan/perabot yang dulu sering digunakan,namun sekarang sudah sangat jarang ditemui bahkan ada yang mengatakan sudah punah entah itu karena tidak mau dibilang jadul ataukah memang produk sekarang sudah sangat melekat dan sangat mempermudah,apakah itu…? 7 di antaranya adalah :

KURIN TANA – Sejenis belanga atau periuk yang dulunya digunakan masyarakat toraja menanak nasi,sebelum ada belanga dan wajan besi (pamuntu/kurin bassi),namun sekarang lebih praktis lagi karena kebanyakan sudah menggunakan rice cooker.

KAMPILONG – Adalah sejenis keranjang anyam dari bambu berbentuk kotak yang bagian atasnya mengecil dengan pintu terbingkai bambu,biasanya digunakan sebagai tempat menaruh ikan saat pergi berburuh ikan di sawah ataukah memancing di sungai.

BALO-BALO – Potongan bambu sekitar 2 ruas dan sekat antar ruas satunya dilubang(ditengah),walaupun sekarang sudah digantikan fungsinya oleh jerigen namun dulunya inilah yang digunakan untuk mengankut dan menjual tuak hasil pamba’ta dari pohon atau ke pasar.

SONGKANG – Inilah model gelas jaman itu,karena terbatasnya bahan dan mungkin saat itu belum ada ditemukan kaca,plastik atau fiber,yang paling bersahabat adalah bambu sebagai bahan bakunya rasa yang muncul ketika minum pun beda dan itulah ciri khasnya.

KAPIPE – Kalau sekarang ada yang tinggal tindis dan pilih berapa liter beras akan di masak dan joss.Tapi itu tidak berlaku jaman dulu tempat penyimpanan beras ini adalah hasil anyaman dari tuyu (Ale).dan kadang juga digunakan untuk meniriskan nasi yang telah masak.

SUKE SIA – Potongan bambu sederhana ini adalah tempat penyimpanan garam,dimana masa lalu garam menjadi bahan utama untuk menyedapkan rasa maka haruslah disimpan baik-baik dan penutupnya tergantung pemilik yang paling di anggap aman,biasanya daun.

BILA – Hasil potongan buah maja ini dulunya digunakan sebagai piring untuk menyajikan hidangan untuk bersantap.sama seperti songkang tadi bila ini menghasilkan rasa harum yang khas saat menyuguhkan nasi bersama lauk dan inilah yang menambah selera atau nafsu makan masa itu walau pun dengan lauk seadanya.

Lain masa lain pula ceritanya,Walaupun dulunya selalu dihadapkan dengan berbagai kesederhanaan namun dibalik semua itu ada rasa kerinduan untuk menikmati suasana dulu lagi,mumgkin sebagian orang akan seperti itu.yahh itulah nostalgia dan sedikit kenangan dari penulis mungkin yang lahir belakangan sudah tidak tau lagi yang di atas itu apa namun dari sanalah kita yang sekarang.

Salama’ Sangtorayan

Kategori

Enable referrer and click cookie to search for pro webber